"Diksi"
Assalamualaikum.. satu postingan lagi untuk hari ini yaitu tentang “Diksi”, udah pada tau belum apa itu diksi teman – teman ?? yuk langsung kita bahas.
Assalamualaikum.. satu postingan lagi untuk hari ini yaitu tentang “Diksi”, udah pada tau belum apa itu diksi teman – teman ?? yuk langsung kita bahas.
Diksi
Diksi adalah penggunaan kata dalam berbagai kesempatan harus
memperhitungkan ketetapan dan kesesuaiannya.
Tepat : makna, logika, maksud
Sesuai : kontes social (sesuai keadaan lingkungan sekarang)
Mengapa diksi diperlukan??
Pilihan kata yang tidak tepat dapat menyebabkan ketidak
efektifan bahasa dan mengganggu kejelasan informasi yang disampaikan.
Contoh : “presiden itu mati pagi ini”, kata mati diganti wafat
jadi “presiden itu wafat pagi ini”
Syarat Ketepatan Pemilihan Kata
-
Makna denotatif dan
konotatif
1.
Denotatif : arti sebuah
kata yang objektif. Contoh : makan ->
memasukkan sesuatu ke dalam mulut yang di kunyah dan di telan
Makna denotatif yaitu kata yang rujukannya tunggal atau makna kata yang
sebenarnya, makna yang tidak memberikan peluang bagi pembaca untuk memberikan
makna tambahan.
2.
Konotatif : bukan makna
sebenarnya. Contoh : banting tulang ->
pekerja keras
Makna
konotatif yaitu makna yang mengandung asosiasi – asosiasi tambahan, makna yang
tidak sebenarnya
-
Kata umum dan khusus
1.
Kata umum atau hipernim
yaitu kata yang acuannya lebih luas. Contoh : ikan -> bermacam – macam jenis ikan
2.
Kata khusus atau hiponim yaitu kata
yang acuannya lebih khusus. Contoh : lele ->
-
Kata konkret dan abstrak
1.
Kata konkret yaitu kata
yang mudah di serap pancaindra. Contoh : meja, rumah
2.
Kata abstrak : tidak mudah
diserap pancaindra. Contoh : keinginan angan- angan
-
Pemakaian kata penghubung
berpasangan
Contoh :
benar : ini adalah masalah antara Rina dan
Rani
salah : ini adalah masalah antara Rina dengan
Rani
Bukan Kata Penghubung Berpasangan
-
Karena tidak boleh
berpasangan dengan maka dalam satu kalimat
-
Untuk tidak boleh
berpasangan dengan maka dalam satu kalimat
-
Kalau tidak boleh
berpasangan dengan maka dalam satu kalimat
-
Apabila tidak boleh
berpasangan dengan maka dalam satu kalimat
-
Karena tidak boleh
berpasangan dengan maka dalam satu kalimat
-
Walaupun tidak boleh
berpasangan dengan tetapi dalam satu kalimat
-
Meskipun tidak boleh
berpasangan dengan tetapi dalam satu kalimat
Pemborosan Kata
Pemborosan : karena disebabkan oleh
seharusnya : ….karena…/…disebabkan oleh….
Imbuhan me-/pe-
-
Kata kata yang berhuruf
awal s, p, t, dan k akan luluh jika diberi awalan me
-
Peluluhan terjadi jika kata
dasar di dahului dengan konsonan dan di ikuti dengan vocal
Contoh : sapu menjadi menyapu
-
Peluluhan tidak dapat
terjadi jika kata tersebut di ikuti huruf konsonan lainnya seperti sp pr tr kr
Contoh : traktir menjadi
mentraktir
Sampai disini dulu berbagi ilmu untuk hari ini, sampa jumpa di postinganku selanjutnya. oh iya untuk kalian yang mau tau aku dapet ilmu dari mana, aku dapet ilmu ini dari dosen di kampus saya tercinta Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya, Jika kalian mau tau tentang kampusku silahkan buka di link berikut http://www.stikom.edu/ . Terimakasih telah berkunjung, wassalamualaikum wr wb. :)
Sampai disini dulu berbagi ilmu untuk hari ini, sampa jumpa di postinganku selanjutnya. oh iya untuk kalian yang mau tau aku dapet ilmu dari mana, aku dapet ilmu ini dari dosen di kampus saya tercinta Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya, Jika kalian mau tau tentang kampusku silahkan buka di link berikut http://www.stikom.edu/ . Terimakasih telah berkunjung, wassalamualaikum wr wb. :)




0 komentar:
Posting Komentar