"Ejaan"




Assalamualaikum.. ketemu lagi nih, dengan alasan yang sama seperti postinganku sebelumnya aku mau posting buat memenuhi tugasku sekalian dalam rangka ikutan lomba yang bertema “Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya Kampusku, Bersamamu Aku Maju”. Tau kan siapa yang ngadain?? tentu saja kampus saya tercinta Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya, Jika kalian mau tau tentang kampusku silahkan buka di link berikut http://www.stikom.edu/ . kali ini aku mau berbagi ilmu lagi buat kalian, aku mau bahas soal “Ejaan”, langsung aja yuk kita bahas.

Ejaan
Ejaan yaitu seperangkat aturan atau kaidah pelambangan bunyi bahasa, pemisahan, penggabungan dan penulisannya dalam suatu bahasa.
Mengeja yaitu sebuah kegiatan melafalkan huruf, suku kata atau kata. Dan juga dapat di artikan sebagai pelafalan sesuai rambu yang di tentukan.

Sejarah ejaan B.T
-        -    Ejaan Van Ophuijsen (1901-1947)
-        -   Ejaan Republik/ejaan swandi (1947-1972)
-        -  Ejaan yang disempurnakan/EYD (16 Agustus 1972 sampai sekarang)

Ejaan Van Ophuijsen
Ejaan Republik(ejaan swandi)
Ejaan yang disempurnakan(EYD)
       -          Penggunaan huruf j          
       -          Penggunaan huruf oe
       -          Penggunaa tanda diakritik: koma ain, tanda koma hamzah, dan tanda koma trema.
Contoh : taät, jum’at, bapa’
       -          Penggantian huruf oe menjadi u
       -          Bunyi sentak di tulis dengan k
-          Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2
       -          Tidak dibedakan penulisan di sebagai awalan dan di sebagai kata depan
       -          Dj menjadi j
       -          J menjadi y
       -          Nj menjadi ny
       -          Sj menjadi sy
       -          Tj menjadi c
       -          Ch menjadi kh
-          Kata ulang tidak boleh ditulis dengan angka 2
       -          Dibedakan penulisan di sebagai awalan dan di sebagai kata depan

Contoh pemakaian huruf
-          Ejaan Van Ophuijsen                      : Choesoes
-          Ejaan Republik(ejaan swandi)    : Chusus
-          Ejaan yang disempurnakan(EYD) : Khusus

Pemakaian Huruf
-          Abjad (a, b, c, . . . – A, B, C, . . . Z)
-          Vocal (a, I, u, e, o – A, I, U, E, O)
Diftong (gabungan dua vokal) -> ai, au, oi -> menciptakan bunyi yang berbeda dengan lafal aslinya.
-          Konsonan (b, c, d, . . . – B, C, D,. . .)
Diagraf (gabungan konsonan) -> kh, ng, ny, sy
Contoh : khusus, ngilu, anyaman, syair
Contoh pelafalan singkatan
-          Singkatan            : AC
-          Lafal yang benar: a-ce
-          Lafal yang salag : a-se

1. Pemakaian huruf
     Pemenggalan kata dasar dan imbuhan :
-          Jika di tengah kata ada dua huruf vocal berurutan
Contoh : di-a, do-a, ta-at
-          Jika di tengah kata ada dua huruf konsonen
Contoh : ta-bu, ka-wan, ca-tur
-          Jika di tengah kata ada dua huruf konsonan berurutan
Contoh : ap-ril, swas-ta, han-dal
-          Jika di tengah kata ada dua huruf atau lebih huruf konsonan
Contoh : ab-sor-bsi, kon-klu-si, in-struk-si
-          Jika merupakan imbuhan
Contoh : pra-sa-ra-na atau pra-sarana

      Pemenggalan khusus
-          Kata dasar           : Tunjuk
-          Kata turunan      : Telunjuk
-          Pemenggalan I  : Telun-juk
-          Pemenggalan II : Te-lun-juk

2. Penulisan huruf
Huruf Kapital
1.       Dipakai untuk huruf pertama awal kalimat
2.       Dipakai untuk huruf pertama petikan langsung
3.       Dipakai untuk huruf pertama ungkapan yang berhubungan dengan Tuhan (contoh: Yang Maha Kuasa, Quran, Weda, hamba-Mu)
4.       Dipakai untuk huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keaagamaan yang diikuti nama (Raden…, Haji…, Nabi…,dll)
5.       Dipakai untuk huruf pertama unsure nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau nama instansi atau juga nama tempat (contoh: Presiden Jokowi, Mentri Pertanian, Gubernur Bali)
6.       Dipakai untuk huruf pertama unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan atau lembaga (contoh: Perserikatan Bangsa-Bangsa)
7.       Dipakai untuk huruf pertamasemua kata nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan
8.       Dipakai untuk huruf pertama kata penujuk hubungan kekerabatan (contoh: Bapak, Ibu)
9.       Dipakai untuk huruf pertama unsure singkatan nama gelar, pangkat, sapaan (contoh: M.M, Jend)
10.   Dipakai untuk huruf pertama kata ganti anda

Huruf Miring
1.       Penulisan nama buku, majalah, surat kabar yang dikutip dalam karangan (contoh: majalah prisma)
2.       Menegaskan atau menghususkan sebuah kata (contoh: dia muka menipu tapi ditipu)
3.       Nama ilmiah atau ungkapan asing (contoh: nama ilmiah padi adalah oriza sativa)

3. Penulisan Kata
-          Kata Dasar
-          Kata Turunan
-          Bentuk Ulang
-          Gabungan Kata
1.       Kata majemuk : unsur – unsurnya ditulis terpisah. Contoh : duta besar, kerja sama, meja tulis
2.       Gabungan kata yang menimbulkan salah pengertian ditulis dengan tanda hubung. Contoh : anak-istri saya (keluarga)
3.       Gabungan kata yang hubungannya sangat padu, ditulis serangkai. Contoh : daripada, apabila
4.       Salah satu unsur gabungan kata dipakai dalam kombinasi, ditulis serangkai. Contoh : biokimia, antarkota
-          Kata Depan di, ke, dari
-          Kata Sambung si, sang
-          Singkatan dan Akronim
a.       Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dan deret kata. Contoh : FEB(Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis)
b.      Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf atau suku kata dari deret kata. Contoh : Kadin(Kamar Dagang dan Industri)
c.       Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf dan suku kata. Contoh: radar (radio directing and ranging)
-          Angka dan Lambang Bilangan
a.       Dipakai untuk melambangkan nomor. Contoh : Jalan Kedung Baruk 98 Surabaya
b.      Menomori bagian karangan dan ayat dalam kitab suci, undang- undang, dan peraturan
c.       Lambang bilangan pada awal kalimat harus ditulis dengan huruf. Contoh : Tiga puluh rumah rusak
d.      Dipakai untuk menyatakan lambang bilangan nomor
e.      Dignakan untuk menyatakan : ukuran panjang, berat, isi, satuan waktu, nilai uang, kuantitas
Penulisan Unsur Serapan
Berdasarkan integritasnya, unsure serapan dibagi menjadi 2 :
-          Pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia
Contoh : haemoglobin menjadi hemoglobin
-          Belum sepenuhnya terserap kedalam bahasa indonesa, pengucapannya masih mengikuti cara asing. Contoh : reshuffle

Pemakaian Tanda Baca
1.       Tanda titik (.)
2.       Tanda koma (,)
3.       Tanda titik koma (;)
4.       Tanda titik dua (:)
5.       Tanda hubung (-)
6.       Tanda pisah (panjangnya dua kali tanda hubung)
7.       Tanda ellipsis (. . .)

Sampai disini dulu ya berbagi ilmunya, sampai jumpa di postingan – postinganku selanjutnya. Terimakasih… wassalamualaikum wr wb.


0 komentar:



Posting Komentar