- Senin, 13 Maret 2017
Unsur Dalam Kalimat
S.P.O.K identik dengan struktur kalimat dimana :
1. Subjek
2. Predikat
4. Keterangan
Terimakasih atas kunjungannya, sampai ketemu di postingan - postinganku selanjutnya.
- Sabtu, 04 Maret 2017
"Diksi"
Assalamualaikum.. satu postingan lagi untuk hari ini yaitu tentang “Diksi”, udah pada tau belum apa itu diksi teman – teman ?? yuk langsung kita bahas.
Assalamualaikum.. satu postingan lagi untuk hari ini yaitu tentang “Diksi”, udah pada tau belum apa itu diksi teman – teman ?? yuk langsung kita bahas.
Diksi
Diksi adalah penggunaan kata dalam berbagai kesempatan harus
memperhitungkan ketetapan dan kesesuaiannya.
Tepat : makna, logika, maksud
Sesuai : kontes social (sesuai keadaan lingkungan sekarang)
Mengapa diksi diperlukan??
Pilihan kata yang tidak tepat dapat menyebabkan ketidak
efektifan bahasa dan mengganggu kejelasan informasi yang disampaikan.
Contoh : “presiden itu mati pagi ini”, kata mati diganti wafat
jadi “presiden itu wafat pagi ini”
Syarat Ketepatan Pemilihan Kata
-
Makna denotatif dan
konotatif
1.
Denotatif : arti sebuah
kata yang objektif. Contoh : makan ->
memasukkan sesuatu ke dalam mulut yang di kunyah dan di telan
Makna denotatif yaitu kata yang rujukannya tunggal atau makna kata yang
sebenarnya, makna yang tidak memberikan peluang bagi pembaca untuk memberikan
makna tambahan.
2.
Konotatif : bukan makna
sebenarnya. Contoh : banting tulang ->
pekerja keras
Makna
konotatif yaitu makna yang mengandung asosiasi – asosiasi tambahan, makna yang
tidak sebenarnya
-
Kata umum dan khusus
1.
Kata umum atau hipernim
yaitu kata yang acuannya lebih luas. Contoh : ikan -> bermacam – macam jenis ikan
2.
Kata khusus atau hiponim yaitu kata
yang acuannya lebih khusus. Contoh : lele ->
-
Kata konkret dan abstrak
1.
Kata konkret yaitu kata
yang mudah di serap pancaindra. Contoh : meja, rumah
2.
Kata abstrak : tidak mudah
diserap pancaindra. Contoh : keinginan angan- angan
-
Pemakaian kata penghubung
berpasangan
Contoh :
benar : ini adalah masalah antara Rina dan
Rani
salah : ini adalah masalah antara Rina dengan
Rani
Bukan Kata Penghubung Berpasangan
-
Karena tidak boleh
berpasangan dengan maka dalam satu kalimat
-
Untuk tidak boleh
berpasangan dengan maka dalam satu kalimat
-
Kalau tidak boleh
berpasangan dengan maka dalam satu kalimat
-
Apabila tidak boleh
berpasangan dengan maka dalam satu kalimat
-
Karena tidak boleh
berpasangan dengan maka dalam satu kalimat
-
Walaupun tidak boleh
berpasangan dengan tetapi dalam satu kalimat
-
Meskipun tidak boleh
berpasangan dengan tetapi dalam satu kalimat
Pemborosan Kata
Pemborosan : karena disebabkan oleh
seharusnya : ….karena…/…disebabkan oleh….
Imbuhan me-/pe-
-
Kata kata yang berhuruf
awal s, p, t, dan k akan luluh jika diberi awalan me
-
Peluluhan terjadi jika kata
dasar di dahului dengan konsonan dan di ikuti dengan vocal
Contoh : sapu menjadi menyapu
-
Peluluhan tidak dapat
terjadi jika kata tersebut di ikuti huruf konsonan lainnya seperti sp pr tr kr
Contoh : traktir menjadi
mentraktir
Sampai disini dulu berbagi ilmu untuk hari ini, sampa jumpa di postinganku selanjutnya. oh iya untuk kalian yang mau tau aku dapet ilmu dari mana, aku dapet ilmu ini dari dosen di kampus saya tercinta Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya, Jika kalian mau tau tentang kampusku silahkan buka di link berikut http://www.stikom.edu/ . Terimakasih telah berkunjung, wassalamualaikum wr wb. :)
Sampai disini dulu berbagi ilmu untuk hari ini, sampa jumpa di postinganku selanjutnya. oh iya untuk kalian yang mau tau aku dapet ilmu dari mana, aku dapet ilmu ini dari dosen di kampus saya tercinta Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya, Jika kalian mau tau tentang kampusku silahkan buka di link berikut http://www.stikom.edu/ . Terimakasih telah berkunjung, wassalamualaikum wr wb. :)
-
"Ejaan"
Assalamualaikum.. ketemu lagi nih, dengan alasan yang sama seperti postinganku sebelumnya aku mau posting buat memenuhi tugasku sekalian dalam rangka ikutan lomba yang bertema “Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya Kampusku, Bersamamu Aku Maju”. Tau kan siapa yang ngadain?? tentu saja kampus saya tercinta Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya, Jika kalian mau tau tentang kampusku silahkan buka di link berikut http://www.stikom.edu/ . kali ini aku mau berbagi ilmu lagi buat kalian, aku mau bahas soal “Ejaan”, langsung aja yuk kita bahas.
Assalamualaikum.. ketemu lagi nih, dengan alasan yang sama seperti postinganku sebelumnya aku mau posting buat memenuhi tugasku sekalian dalam rangka ikutan lomba yang bertema “Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya Kampusku, Bersamamu Aku Maju”. Tau kan siapa yang ngadain?? tentu saja kampus saya tercinta Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya, Jika kalian mau tau tentang kampusku silahkan buka di link berikut http://www.stikom.edu/ . kali ini aku mau berbagi ilmu lagi buat kalian, aku mau bahas soal “Ejaan”, langsung aja yuk kita bahas.
Ejaan
Ejaan yaitu seperangkat aturan atau kaidah pelambangan bunyi
bahasa, pemisahan, penggabungan dan penulisannya dalam suatu bahasa.
Mengeja yaitu sebuah kegiatan melafalkan huruf, suku kata
atau kata. Dan juga dapat di artikan sebagai pelafalan sesuai rambu yang di
tentukan.
Sejarah ejaan B.T
- - Ejaan Van Ophuijsen (1901-1947)
- - Ejaan Republik/ejaan swandi
(1947-1972)
- - Ejaan yang
disempurnakan/EYD (16 Agustus 1972 sampai sekarang)
Ejaan Van Ophuijsen
|
Ejaan Republik(ejaan swandi)
|
Ejaan yang disempurnakan(EYD)
|
-
Penggunaan huruf j
-
Penggunaan huruf oe
-
Penggunaa tanda
diakritik: koma ain, tanda koma hamzah, dan tanda koma trema.
Contoh : taät,
jum’at, bapa’
|
-
Penggantian huruf oe
menjadi u
-
Bunyi sentak di tulis
dengan k
-
Kata ulang boleh ditulis
dengan angka 2
-
Tidak dibedakan penulisan
di sebagai awalan dan di sebagai kata depan
|
-
Dj menjadi j
-
J menjadi y
-
Nj menjadi ny
-
Sj menjadi sy
-
Tj menjadi c
-
Ch menjadi kh
-
Kata ulang tidak boleh
ditulis dengan angka 2
-
Dibedakan penulisan di
sebagai awalan dan di sebagai kata depan
|
Contoh pemakaian huruf
-
Ejaan Van Ophuijsen : Choesoes
-
Ejaan Republik(ejaan swandi) : Chusus
-
Ejaan yang disempurnakan(EYD)
: Khusus
Pemakaian Huruf
-
Abjad (a, b, c, . . . – A,
B, C, . . . Z)
-
Vocal (a, I, u, e, o – A,
I, U, E, O)
Diftong (gabungan dua vokal) -> ai, au, oi -> menciptakan bunyi yang berbeda dengan
lafal aslinya.
-
Konsonan (b, c, d, . . . –
B, C, D,. . .)
Diagraf (gabungan konsonan) -> kh, ng, ny, sy
Contoh : khusus, ngilu, anyaman,
syair
Contoh pelafalan singkatan
-
Singkatan : AC
-
Lafal yang benar: a-ce
-
Lafal yang salag : a-se
1. Pemakaian huruf
Pemenggalan kata
dasar dan imbuhan :
-
Jika di tengah kata ada dua
huruf vocal berurutan
Contoh : di-a, do-a, ta-at
-
Jika di tengah kata ada dua
huruf konsonen
Contoh : ta-bu, ka-wan, ca-tur
-
Jika di tengah kata ada dua
huruf konsonan berurutan
Contoh : ap-ril, swas-ta, han-dal
-
Jika di tengah kata ada dua
huruf atau lebih huruf konsonan
Contoh : ab-sor-bsi, kon-klu-si,
in-struk-si
-
Jika merupakan imbuhan
Contoh : pra-sa-ra-na atau pra-sarana
Pemenggalan khusus
-
Kata dasar : Tunjuk
-
Kata turunan : Telunjuk
-
Pemenggalan I : Telun-juk
-
Pemenggalan II : Te-lun-juk
2. Penulisan huruf
Huruf Kapital
1.
Dipakai untuk huruf pertama
awal kalimat
2.
Dipakai untuk huruf pertama
petikan langsung
3.
Dipakai untuk huruf pertama
ungkapan yang berhubungan dengan Tuhan (contoh: Yang Maha Kuasa, Quran, Weda,
hamba-Mu)
4.
Dipakai untuk huruf pertama
unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keaagamaan yang diikuti nama (Raden…,
Haji…, Nabi…,dll)
5.
Dipakai untuk huruf pertama
unsure nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau nama instansi atau
juga nama tempat (contoh: Presiden Jokowi, Mentri Pertanian, Gubernur Bali)
6.
Dipakai untuk huruf pertama
unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan atau lembaga (contoh:
Perserikatan Bangsa-Bangsa)
7.
Dipakai untuk huruf
pertamasemua kata nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan
8.
Dipakai untuk huruf pertama
kata penujuk hubungan kekerabatan (contoh: Bapak, Ibu)
9.
Dipakai untuk huruf pertama
unsure singkatan nama gelar, pangkat, sapaan (contoh: M.M, Jend)
10.
Dipakai untuk huruf pertama
kata ganti anda
Huruf Miring
1.
Penulisan nama buku,
majalah, surat kabar yang dikutip dalam karangan (contoh: majalah prisma)
2.
Menegaskan atau
menghususkan sebuah kata (contoh: dia muka menipu tapi ditipu)
3.
Nama ilmiah atau ungkapan
asing (contoh: nama ilmiah padi adalah oriza sativa)
3. Penulisan Kata
-
Kata Dasar
-
Kata Turunan
-
Bentuk Ulang
-
Gabungan Kata
1.
Kata majemuk : unsur – unsurnya
ditulis terpisah. Contoh : duta besar, kerja sama, meja tulis
2.
Gabungan kata yang
menimbulkan salah pengertian ditulis dengan tanda hubung. Contoh : anak-istri
saya (keluarga)
3.
Gabungan kata yang
hubungannya sangat padu, ditulis serangkai. Contoh : daripada, apabila
4.
Salah satu unsur gabungan
kata dipakai dalam kombinasi, ditulis serangkai. Contoh : biokimia, antarkota
-
Kata Depan di, ke, dari
-
Kata Sambung si, sang
-
Singkatan dan Akronim
a.
Akronim nama diri yang
berupa gabungan huruf awal dan deret kata. Contoh : FEB(Fakultas Ilmu Ekonomi
dan Bisnis)
b.
Akronim nama diri yang
berupa gabungan huruf atau suku kata dari deret kata. Contoh : Kadin(Kamar
Dagang dan Industri)
c.
Akronim yang bukan nama
diri yang berupa gabungan huruf dan suku kata. Contoh: radar (radio directing
and ranging)
-
Angka dan Lambang Bilangan
a.
Dipakai untuk melambangkan
nomor. Contoh : Jalan Kedung Baruk 98 Surabaya
b.
Menomori bagian karangan
dan ayat dalam kitab suci, undang- undang, dan peraturan
c.
Lambang bilangan pada awal
kalimat harus ditulis dengan huruf. Contoh : Tiga puluh rumah rusak
d.
Dipakai untuk menyatakan
lambang bilangan nomor
e.
Dignakan untuk menyatakan :
ukuran panjang, berat, isi, satuan waktu, nilai uang, kuantitas
Penulisan Unsur Serapan
Berdasarkan integritasnya, unsure serapan dibagi menjadi 2 :
-
Pengucapan dan penulisannya
disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia
Contoh : haemoglobin menjadi hemoglobin
-
Belum sepenuhnya terserap
kedalam bahasa indonesa, pengucapannya masih mengikuti cara asing. Contoh :
reshuffle
Pemakaian Tanda Baca
1.
Tanda titik (.)
2.
Tanda koma (,)
3.
Tanda titik koma (;)
4.
Tanda titik dua (:)
5.
Tanda hubung (-)
6.
Tanda pisah (panjangnya dua
kali tanda hubung)
7.
Tanda ellipsis (. . .)
Sampai disini dulu ya berbagi ilmunya, sampai jumpa di
postingan – postinganku selanjutnya. Terimakasih… wassalamualaikum wr wb.
-
"Konsep Dasar Bahasa Indonesia"
Assalamualaikum…. Haii haii haiii udah sekian lama nih aku nggak pernah buka buka blog apalagi buat posting – posting, karena ini ada tugas lagi dari dosen mau tidak mau ya harus di kerjain doong, tugasnya itu suruh ikutan lomba blog yang bertema “Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya Kampusku, Bersamamu Aku Maju”. Tau kan siapa yang ngadain?? tentu saja kampus saya tercinta Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya, Jika kalian mau tau tentang kampusku silahkan buka di link berikut http://www.stikom.edu/ . Pada kesempatan kali ini aku mau posting tentang sesuatu yang penting tapi masih banyak orang – orang yang belum tau soal ini. Aku mau bahas “Konsep Dasar Bahasa Indonesia”. Jujur deh siapa yang nilai bahasa indonesianya dulu jelek??? yah padahal bahasa Negara kita sendiri, Astaghfirullah… banyak di antara temen – temenku yang nilai bahasa Inggrisnya lebih baik dari pada nilai bahasa Indonesia dan juga termasuk aku sendiri hehehe. Udah dulu dah curhatnya, sekarang langsung aja ke materi. hihihi
Assalamualaikum…. Haii haii haiii udah sekian lama nih aku nggak pernah buka buka blog apalagi buat posting – posting, karena ini ada tugas lagi dari dosen mau tidak mau ya harus di kerjain doong, tugasnya itu suruh ikutan lomba blog yang bertema “Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya Kampusku, Bersamamu Aku Maju”. Tau kan siapa yang ngadain?? tentu saja kampus saya tercinta Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya, Jika kalian mau tau tentang kampusku silahkan buka di link berikut http://www.stikom.edu/ . Pada kesempatan kali ini aku mau posting tentang sesuatu yang penting tapi masih banyak orang – orang yang belum tau soal ini. Aku mau bahas “Konsep Dasar Bahasa Indonesia”. Jujur deh siapa yang nilai bahasa indonesianya dulu jelek??? yah padahal bahasa Negara kita sendiri, Astaghfirullah… banyak di antara temen – temenku yang nilai bahasa Inggrisnya lebih baik dari pada nilai bahasa Indonesia dan juga termasuk aku sendiri hehehe. Udah dulu dah curhatnya, sekarang langsung aja ke materi. hihihi
Konsep
Dasar Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia berasal dari bahasa melayu, awal mula
bahasa Indonesia di tetapkan menjadi bahasa nasional atau bahasa pemersatu
bangsa yaitu pada tanggal 28 Oktober 1928 saat itu terjadi peristiwa sumpah
pemuda.
SUMPAH PEMUDA
Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku
bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku
berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung
bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Dari isi sumpah pemuda di atas dapat kita
lihat bahwa seluruh pemuda saat itu bersama sama mengucap sumpah bahwa bahasa Indonesia
menjadi bahasa pemersatu bangsa Indonesia.
Bahasa melayu banyak digunakan penghubung dari beberapa
bahasa daerah dan tidak mengenal tingkatan bahasa.
Fungsi Bahasa
-
Sarana komunikasi verbal
dan non verbal
-
Mengekspresikan diri
-
Sarana integrasi dan
beradaptasi social
-
Kontrol social atau
mengatur perilaku masyarakat
Ragam Bahasa
Variasi bahasa karena pemakaian bahasa :
1.
Berdasarkan media
pengantarnya : lisan (terdapat lawan bicara) dan tulis (tidak perlu ada lawan
bicara)
2.
Berdasarkan situasi
pemakaiannya
Laras Bahasa
-
Keserasian bahasa dengan
pemakainya
-
Bahasa dengan cirri tertentu
yang di pakai (di fungsikan) untuk keperluan tertentu.
Contohnya : laras ilmiah, laras sastra
ilmiah.
Sampai disini dulu ya berbagi ilmunya, sampai jumpa di
postingan – postinganku selanjutnya. Terimakasih… wassalamualaikum wr wb.
Langganan:
Postingan (Atom)




