Kalimat


Apa itu kalimat??? kalimat yaitu bentuk bahasa yang digunakan sebagai sarana untuk menggunakan dan menyusun gagasan secara terbuka agar dapat di komunikasikan kepada orang lain. kalimat terdiri dari huruf, kata, frasa.

Unsur Dalam Kalimat

S.P.O.K identik dengan struktur kalimat dimana :
S = Subjek
P = Predikat
O = Objek
K = Keterangan


Seperti halnya yang sudah dijelaskan oleh ibu Dyah selaku Dosen Bahasa Indonesia di Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya. Beliau menjelaskan panjang lebar menganai struktur kalimat. Tanpa anda ketahui ternyata di struktut kalimat itu ada pelengkap. Ciri-ciri dari pelengkap adalah tidak bias disubjekan ketika dibuat kalimat pasif.
Kita mulai saja dari

1. Subjek
Subjek adalah unsur yang berfungsi sebagai pokok pembicaraan suatu kalimat. Atau biasa juga didefinisikan sebagai unsur pokok yang terdapat pada sebuah kalimat di samping unsur predikat.
Subjek tidak didahului : di, dalam, pada, kepada, bagi, untuk, dari, menurut, dan berdasarkan.

2. Predikat
Predikat adalah unsur kalimat yang berfungsi menjelaskan subjek. Predikat memiliki fungsi yang sangat penting. Ketidakhadiran predikat, dapat menyebabkan tidak jelasnya makna suatu kalimat. Oleh karena itu, kehadiran predikat dalam suatu kalimat, mutlak diperlukan. Predikat menjawab pertanyaan (mengapa/bagaimana) dan juga dapat berupa kata benda, kata kerja, kata sifat, kata bilangan, dan kata depan

Contoh :
Kata benda      : Mereka itu mahasiswa
Kata kerja        : Amir berlari mengitari lapangan monas
Kata sifat         : Harga mobil itu mahal
Kata bilangan : Penonton di stadion itu berjumlah 100.000 orang

3. Objek
Istilah objek sebenarnya tidak terlalu tepat karena istilah itu hanya untuk kalimat aktif, sedangkan pada kalimat pasif istilah itu tidak dipakai. Dengan kata lain, objek hanya terdapat pada kalimat aktif intransitive.

4. Keterangan
Keterangan adalah unsur yang fungsinya menerangkan seluruh fungsi yang ada dalam suatu kalimat. Keterangan terbagi keterangan tempat, keterangan waktu, keterangan tujuan, keterangan cara, keterangan alat, dan akibat.

Terimakasih atas kunjungannya, sampai ketemu di postingan - postinganku selanjutnya.

"Diksi"



Assalamualaikum.. satu postingan lagi untuk hari ini yaitu tentang “Diksi”, udah pada tau belum apa itu diksi teman – teman ?? yuk langsung kita bahas.

Diksi
Diksi adalah penggunaan kata dalam berbagai kesempatan harus memperhitungkan ketetapan dan kesesuaiannya.
Tepat : makna, logika, maksud
Sesuai : kontes social (sesuai keadaan lingkungan sekarang)

Mengapa diksi diperlukan??
Pilihan kata yang tidak tepat dapat menyebabkan ketidak efektifan bahasa dan mengganggu kejelasan informasi yang disampaikan.
Contoh : “presiden itu mati pagi ini”, kata mati diganti wafat jadi “presiden itu wafat pagi ini”

Syarat Ketepatan Pemilihan Kata
-          Makna denotatif dan konotatif
1.       Denotatif : arti sebuah kata yang objektif. Contoh : makan -> memasukkan sesuatu ke dalam mulut yang di kunyah dan di telan
Makna denotatif yaitu kata yang rujukannya tunggal atau makna kata yang sebenarnya, makna yang tidak memberikan peluang bagi pembaca untuk memberikan makna tambahan.
2.       Konotatif : bukan makna sebenarnya. Contoh : banting tulang -> pekerja keras
Makna konotatif yaitu makna yang mengandung asosiasi – asosiasi tambahan, makna yang tidak sebenarnya
-          Kata umum dan khusus
1.       Kata umum atau hipernim yaitu kata yang acuannya lebih luas. Contoh : ikan -> bermacam – macam jenis ikan
2.       Kata khusus atau hiponim yaitu kata yang acuannya lebih khusus. Contoh : lele ->
-          Kata konkret dan abstrak
1.       Kata konkret yaitu kata yang mudah di serap pancaindra. Contoh : meja, rumah
2.       Kata abstrak : tidak mudah diserap pancaindra. Contoh : keinginan angan- angan
-          Pemakaian kata penghubung berpasangan
Contoh :
benar : ini adalah masalah antara Rina dan Rani
salah : ini adalah masalah antara Rina dengan Rani
Bukan Kata Penghubung Berpasangan
-          Karena tidak boleh berpasangan dengan maka dalam satu kalimat
-          Untuk tidak boleh berpasangan dengan maka dalam satu kalimat
-          Kalau tidak boleh berpasangan dengan maka dalam satu kalimat
-          Apabila tidak boleh berpasangan dengan maka dalam satu kalimat
-          Karena tidak boleh berpasangan dengan maka dalam satu kalimat
-          Walaupun tidak boleh berpasangan dengan tetapi dalam satu kalimat
-          Meskipun tidak boleh berpasangan dengan tetapi dalam satu kalimat

Pemborosan Kata
Pemborosan : karena disebabkan oleh
seharusnya : ….karena…/…disebabkan oleh….

Imbuhan me-/pe-
-          Kata kata yang berhuruf awal s, p, t, dan k akan luluh jika diberi awalan me
-          Peluluhan terjadi jika kata dasar di dahului dengan konsonan dan di ikuti dengan vocal
Contoh : sapu menjadi menyapu
-          Peluluhan tidak dapat terjadi jika kata tersebut di ikuti huruf konsonan lainnya seperti sp pr tr kr
Contoh : traktir menjadi mentraktir

Sampai disini dulu berbagi ilmu untuk hari ini,  sampa jumpa di postinganku selanjutnya. oh iya untuk kalian yang mau tau aku dapet ilmu dari mana, aku dapet ilmu ini dari dosen di kampus saya tercinta Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya, Jika kalian mau tau tentang kampusku silahkan buka di link berikut http://www.stikom.edu/ . Terimakasih telah berkunjung, wassalamualaikum wr wb. :)


"Ejaan"




Assalamualaikum.. ketemu lagi nih, dengan alasan yang sama seperti postinganku sebelumnya aku mau posting buat memenuhi tugasku sekalian dalam rangka ikutan lomba yang bertema “Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya Kampusku, Bersamamu Aku Maju”. Tau kan siapa yang ngadain?? tentu saja kampus saya tercinta Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya, Jika kalian mau tau tentang kampusku silahkan buka di link berikut http://www.stikom.edu/ . kali ini aku mau berbagi ilmu lagi buat kalian, aku mau bahas soal “Ejaan”, langsung aja yuk kita bahas.

Ejaan
Ejaan yaitu seperangkat aturan atau kaidah pelambangan bunyi bahasa, pemisahan, penggabungan dan penulisannya dalam suatu bahasa.
Mengeja yaitu sebuah kegiatan melafalkan huruf, suku kata atau kata. Dan juga dapat di artikan sebagai pelafalan sesuai rambu yang di tentukan.

Sejarah ejaan B.T
-        -    Ejaan Van Ophuijsen (1901-1947)
-        -   Ejaan Republik/ejaan swandi (1947-1972)
-        -  Ejaan yang disempurnakan/EYD (16 Agustus 1972 sampai sekarang)

Ejaan Van Ophuijsen
Ejaan Republik(ejaan swandi)
Ejaan yang disempurnakan(EYD)
       -          Penggunaan huruf j          
       -          Penggunaan huruf oe
       -          Penggunaa tanda diakritik: koma ain, tanda koma hamzah, dan tanda koma trema.
Contoh : taät, jum’at, bapa’
       -          Penggantian huruf oe menjadi u
       -          Bunyi sentak di tulis dengan k
-          Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2
       -          Tidak dibedakan penulisan di sebagai awalan dan di sebagai kata depan
       -          Dj menjadi j
       -          J menjadi y
       -          Nj menjadi ny
       -          Sj menjadi sy
       -          Tj menjadi c
       -          Ch menjadi kh
-          Kata ulang tidak boleh ditulis dengan angka 2
       -          Dibedakan penulisan di sebagai awalan dan di sebagai kata depan

Contoh pemakaian huruf
-          Ejaan Van Ophuijsen                      : Choesoes
-          Ejaan Republik(ejaan swandi)    : Chusus
-          Ejaan yang disempurnakan(EYD) : Khusus

Pemakaian Huruf
-          Abjad (a, b, c, . . . – A, B, C, . . . Z)
-          Vocal (a, I, u, e, o – A, I, U, E, O)
Diftong (gabungan dua vokal) -> ai, au, oi -> menciptakan bunyi yang berbeda dengan lafal aslinya.
-          Konsonan (b, c, d, . . . – B, C, D,. . .)
Diagraf (gabungan konsonan) -> kh, ng, ny, sy
Contoh : khusus, ngilu, anyaman, syair
Contoh pelafalan singkatan
-          Singkatan            : AC
-          Lafal yang benar: a-ce
-          Lafal yang salag : a-se

1. Pemakaian huruf
     Pemenggalan kata dasar dan imbuhan :
-          Jika di tengah kata ada dua huruf vocal berurutan
Contoh : di-a, do-a, ta-at
-          Jika di tengah kata ada dua huruf konsonen
Contoh : ta-bu, ka-wan, ca-tur
-          Jika di tengah kata ada dua huruf konsonan berurutan
Contoh : ap-ril, swas-ta, han-dal
-          Jika di tengah kata ada dua huruf atau lebih huruf konsonan
Contoh : ab-sor-bsi, kon-klu-si, in-struk-si
-          Jika merupakan imbuhan
Contoh : pra-sa-ra-na atau pra-sarana

      Pemenggalan khusus
-          Kata dasar           : Tunjuk
-          Kata turunan      : Telunjuk
-          Pemenggalan I  : Telun-juk
-          Pemenggalan II : Te-lun-juk

2. Penulisan huruf
Huruf Kapital
1.       Dipakai untuk huruf pertama awal kalimat
2.       Dipakai untuk huruf pertama petikan langsung
3.       Dipakai untuk huruf pertama ungkapan yang berhubungan dengan Tuhan (contoh: Yang Maha Kuasa, Quran, Weda, hamba-Mu)
4.       Dipakai untuk huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keaagamaan yang diikuti nama (Raden…, Haji…, Nabi…,dll)
5.       Dipakai untuk huruf pertama unsure nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau nama instansi atau juga nama tempat (contoh: Presiden Jokowi, Mentri Pertanian, Gubernur Bali)
6.       Dipakai untuk huruf pertama unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan atau lembaga (contoh: Perserikatan Bangsa-Bangsa)
7.       Dipakai untuk huruf pertamasemua kata nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan
8.       Dipakai untuk huruf pertama kata penujuk hubungan kekerabatan (contoh: Bapak, Ibu)
9.       Dipakai untuk huruf pertama unsure singkatan nama gelar, pangkat, sapaan (contoh: M.M, Jend)
10.   Dipakai untuk huruf pertama kata ganti anda

Huruf Miring
1.       Penulisan nama buku, majalah, surat kabar yang dikutip dalam karangan (contoh: majalah prisma)
2.       Menegaskan atau menghususkan sebuah kata (contoh: dia muka menipu tapi ditipu)
3.       Nama ilmiah atau ungkapan asing (contoh: nama ilmiah padi adalah oriza sativa)

3. Penulisan Kata
-          Kata Dasar
-          Kata Turunan
-          Bentuk Ulang
-          Gabungan Kata
1.       Kata majemuk : unsur – unsurnya ditulis terpisah. Contoh : duta besar, kerja sama, meja tulis
2.       Gabungan kata yang menimbulkan salah pengertian ditulis dengan tanda hubung. Contoh : anak-istri saya (keluarga)
3.       Gabungan kata yang hubungannya sangat padu, ditulis serangkai. Contoh : daripada, apabila
4.       Salah satu unsur gabungan kata dipakai dalam kombinasi, ditulis serangkai. Contoh : biokimia, antarkota
-          Kata Depan di, ke, dari
-          Kata Sambung si, sang
-          Singkatan dan Akronim
a.       Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dan deret kata. Contoh : FEB(Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis)
b.      Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf atau suku kata dari deret kata. Contoh : Kadin(Kamar Dagang dan Industri)
c.       Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf dan suku kata. Contoh: radar (radio directing and ranging)
-          Angka dan Lambang Bilangan
a.       Dipakai untuk melambangkan nomor. Contoh : Jalan Kedung Baruk 98 Surabaya
b.      Menomori bagian karangan dan ayat dalam kitab suci, undang- undang, dan peraturan
c.       Lambang bilangan pada awal kalimat harus ditulis dengan huruf. Contoh : Tiga puluh rumah rusak
d.      Dipakai untuk menyatakan lambang bilangan nomor
e.      Dignakan untuk menyatakan : ukuran panjang, berat, isi, satuan waktu, nilai uang, kuantitas
Penulisan Unsur Serapan
Berdasarkan integritasnya, unsure serapan dibagi menjadi 2 :
-          Pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia
Contoh : haemoglobin menjadi hemoglobin
-          Belum sepenuhnya terserap kedalam bahasa indonesa, pengucapannya masih mengikuti cara asing. Contoh : reshuffle

Pemakaian Tanda Baca
1.       Tanda titik (.)
2.       Tanda koma (,)
3.       Tanda titik koma (;)
4.       Tanda titik dua (:)
5.       Tanda hubung (-)
6.       Tanda pisah (panjangnya dua kali tanda hubung)
7.       Tanda ellipsis (. . .)

Sampai disini dulu ya berbagi ilmunya, sampai jumpa di postingan – postinganku selanjutnya. Terimakasih… wassalamualaikum wr wb.


"Konsep Dasar Bahasa Indonesia"




Assalamualaikum…. Haii haii haiii udah sekian lama nih aku nggak pernah buka buka blog apalagi buat posting – posting, karena ini ada tugas lagi dari dosen mau tidak mau ya harus di kerjain doong, tugasnya itu suruh ikutan lomba blog yang bertema “Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya Kampusku, Bersamamu Aku Maju”. Tau kan siapa yang ngadain?? tentu saja kampus saya tercinta Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya, Jika kalian mau tau tentang kampusku silahkan buka di link berikut http://www.stikom.edu/ . Pada kesempatan kali ini aku mau posting tentang sesuatu yang penting tapi masih banyak orang – orang yang belum tau soal ini. Aku mau bahas “Konsep Dasar Bahasa Indonesia”. Jujur deh siapa yang nilai bahasa indonesianya dulu jelek??? yah padahal bahasa Negara kita sendiri, Astaghfirullah… banyak di antara temen – temenku yang nilai bahasa Inggrisnya lebih baik dari pada nilai bahasa Indonesia dan juga termasuk aku sendiri hehehe. Udah dulu dah curhatnya, sekarang langsung aja ke materi. hihihi

Konsep Dasar Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia berasal dari bahasa melayu, awal mula bahasa Indonesia di tetapkan menjadi bahasa nasional atau bahasa pemersatu bangsa yaitu pada tanggal 28 Oktober 1928 saat itu terjadi peristiwa sumpah pemuda.
SUMPAH PEMUDA

Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Dari isi sumpah pemuda di atas dapat kita lihat bahwa seluruh pemuda saat itu bersama sama mengucap sumpah bahwa bahasa Indonesia menjadi bahasa pemersatu bangsa Indonesia.

Bahasa melayu banyak digunakan penghubung dari beberapa bahasa daerah dan tidak mengenal tingkatan bahasa.

Fungsi Bahasa
-          Sarana komunikasi verbal dan non verbal
-          Mengekspresikan diri
-          Sarana integrasi dan beradaptasi social
-          Kontrol social atau mengatur perilaku masyarakat

Ragam Bahasa
Variasi bahasa karena pemakaian bahasa :
1.       Berdasarkan media pengantarnya : lisan (terdapat lawan bicara) dan tulis (tidak perlu ada lawan bicara)
2.       Berdasarkan situasi pemakaiannya

Laras Bahasa
-          Keserasian bahasa dengan pemakainya
-          Bahasa dengan cirri tertentu yang di pakai (di fungsikan) untuk keperluan tertentu.
Contohnya : laras ilmiah, laras sastra ilmiah.


Sampai disini dulu ya berbagi ilmunya, sampai jumpa di postingan – postinganku selanjutnya. Terimakasih… wassalamualaikum wr wb.